Kamis, 23 Februari 2017



Profil Desa Juruan Laok


Juruan Laok adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep di bagian timur Kabupaten Sumenep, yang masuk kepelosok di desa yang dulunya terpencil karena tidak mengalami kemajuan dan peningkatan pendidikan yang ada pada masing-masing masyarakat.
Juruan laok berasal dari bahasa Jawa-Madura, yang terdiri dari dua suku kata “Jeruan” dan “Laok”, yang artinya “bagian dalam dan selatan”. Sedangkan “Laok” berasal dari bahasa madura yang artinya “Selatan”.
Pada dasarnya Desa Juruan Laok ada dua desa yang sama dengan letak desa masing-masing, yang bagian utara di namai Desa Juruan Daya sedangkan dibagian selatan Desa Juruan Laok. Oleh karena itu nama desa kalau dilihat dari segi bahasanya bukan dipadukan, tetapi memang bahasa di desa itu di bahasa indonesiakan.
Maka Juruan Laok adalah salah satu desa yang terletak di bagian pelosok yang masuk kedalam, yang artinya desa yang jauh dari kota.


Peta Desa Juruan Laok
Visi Dan Misi Desa Juruan Laok
a.    Visi Desa Juruan Laok
“Terciptanya kemandirian masyarakat Desa serba berbudaya”
b. Misi
1.   Melakukan reformasi birokrasi di jajaran aparatur desa guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
2.  Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, terbebas dari korupsi serta bentuk-bentuk penyelewengan lainnya
3.  Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja dengan berbasiskan pada potensi asli desa
4.  Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat untuk mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dan layak
Kondisi, Letak Geografis dan Demografis Desa
a. Geografis desa
Desa Juruan Laok terletak di Wilayah Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep dengan batas wilayah sebagai berikut :
Letak
Desa
Kecamatan
Sebelah Utara
Juruan Daya
Batuputih
Sebelah Selatan
Kolpo
Batuputih
Sebelah Barat
Tengedan
Batuputih
Sebelah Timur
Jangkong
Batuputih
Desa Juruan Laok merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep. Desa ini mempunyai luas wilayah 112,313191 km2 (5,36% dari Luas Kabupaten Sumenep). Desa Juruan Laok berbatasan dengan beberapa desa lain. Sebelah utara Juruan Daya, sebelah selatan Kolpo, sebelah barat Tengedan dan sebelah timur Jangkong.
b. Topografi
Desa Juruan Laok memiliki ketinggian berkisar 7 m dari atas permukaan laut.
c. Orbitasi
Orbitasi merupakan jarak dari pusat pemerintahan
a.   Jarak ke ibukota kecamatan terdekat 8 km
b.  Lama tempuh ke ibu kota kecamatan terdekat  jam
c.   Jarak ke ibu kota kabupaten/kota terdekat 20 km
d.  Lama tempuh ke ibu kota kabupaten/kota terdekat 1 jam
d. Iklim
Kondisi iklim yang ada di Desa Juruan Laok yaitu beriklim tropis. Dengan curah hujan 20.000 s/d 2.200 mm/th
e. Luas wilayah (pertanahan) dan kepemilikan
Luas wilayah atau pertanahan dan status kepemilikan tanah di Desa Juruan Laok Kecamatan Batu Putih adalah:
a.   Tanah KAS desa            : 890,06 ha (sawah tadah hujan 720 ha dan ladang/tegalan  883,06 ha
b.  Tanah bersertifikat        : 5% (dalam bentuk persentase)
c.   Tanah belum bersertifikat        : 95% (dalam bentuk persentase)
f. Jumlah Penduduk
Jumlah penduduk Desa Juruan Laok dari hasil data kependudukan tahun 2017 kurang lebih 4.952 penduduk diantaranya laki-laki dengan jumlah 2.368 orang dan perempuan yaitu 2.584 orang dengan jumlah kepala keluarga 1.726 KK.
Pemerintahan di Desa Juruan Laok
Desa Juruan Laok Kecamatan Batu Putih sudah bisa membentuk Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Juruan Laok yang diketuai oleh Bpk. Ach. Sanhaji, S.Pd.i dengan jumlah anggota 13 orang dan seorang sekretaris BPD. Nama dan jabatan perangkat desa yang ada di Desa Juruan Laok antara lain:
No
Nama
Jabatan
1
Ach. Sanhaji, S.Pd.i
Kepala Desa Juruan Laok
2
Masroyu, A.Ma
Sekretaris Desa / Kasi Pemerintahan
3
Juki
Kasi Pembangunan
4
Ach. Muzakki, S.Pd
Kasi Kesra
5
M. Hasuki
Kaur Umum
6
Matwi, S.Pd
Kaur Keuangan
7
M. Hakim, S.Pd
Kaur Perencanaan Program
8
Asmawi
Kepala Dusun Kapeng
9
Hatmari, S.Pd
Kepala Dusun Kabbuan
10
Khalqi
Kepala Dusun Sumor Perreng
11
Maski
Kepala Dusun Lengga
12
Moh. Salim
Kepala Dusun Sumor Dalam
13
Masrono
Kepala Dusun Pangangson
14
Diro
Kepala Dusun Jurgang
15
Assawi, A.Ma
Kepala Dusun Tanah Lesek
Di samping itu pula Desa Juruan Laok mempunyai elemen unsur kewilayahan yang terditi dari 8 Dusun:
1.      Dusun Kapeng
2.     Dusun Kabbuan
3.     Dusun Sumor Perreng
4.     Dusun Lengga
5.     Dusun Sumor Dalam
6.     Dusun Pangangson
7.     Dusun Jurgang
8.     Dusun Tanah Lesek.

Analisis Kekurangan Dan Potensi Masyarakat
a.  Analisis Kekurangan Desa Juruan Laok
Fasilitas sarana dan prasarana pemerintahan yang ada diwilayah Desa Juruan Laok berupa kantor Desa beserta peralatan penunjangnya, jalan kampung, jembatan, selokan (saluran drainase). Dalam perkembangannya terdapat banyak perubahan berkaitan dengan perubahan tata guna lahan yang juga harus dibarengi dengan perubahan kegiatan infrastruktur (lingkunga) baik itu berupa pembangunan, rehab-rehab ataupun perbaikan-perbaikan yang harus dilakukan.
Gambaran secara umum analisis kekurangan pada enam bidang yaitu sarana prasarana fisiki, kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial budaya, kelembagaan dapat dijabarkan sebagai berikut ini :
a.    Sarana dan prasarana infrastruktur perdesaan
Ada beberapa permasalahan yang di alami oleh masyarakat terkait dengan kondisi sarana dan prasarana antara lain :
a)  Jalan, banyak jalan ketika musim hujan menjadi licin dan becek, sehingga menyebabkan banyak warga yang mengalami kecelakaan atau tidak merasa nyaman ketika melewati jalan tersebut.
b) Drainase atau selokan, di desa juruan laok belum pernah di laksanakan pembangunan selokan.
c)  Gorong-gorong, perlu penambahan gorong-gorong, apabila musim hujan tiba air hujan banyak mengalir ketengah jalan karena minimya gorong-gorong sehingga menyebabkan jalan tambah rusak.
d)  Sumber air bersih, pada musim kemarau warga masyarakat kesulitan air bersih.
e)  Kondisi lingkungan kurang bersih dan sehat sebagai akibat dari sampah yang menumpuk dan tidak segera dibuang ketempat pembuangan sementara.
f)  Jalan aspal dan makadam, kondisi jalan rusak (lubang-lubang, usia tua) sehingga dapat membahayakan warga masyarakat atau anak sekolah yang menggunakannya terutama ketika musim penghujan memerlukan pengaspalan.
g)  Rumah tidak layak huni yang dimiliki masyarakat memrlukan perbaikan dan tidak layak huni ditempati
h)  Pembangunan gapura dirasakan penting untuk memperjelas posisi pada jalan
i)   Renovasi sarana ibadah yang kondisinya sangat memprihatinkan serta layak untuk dipugar kembali seperti musholla
j)   Penerangan lampu banyak titik rawan harus diadakan lampu penerangan
k)  Mandi cuci kakus yang banyak dijumpai pada potret desa keluarga miskin yang membuang hajatnya pada ladang atau sungai
l)   Sarana olahraga yang merupakan wadah prestasi pemuda yang perlu diadakan pembangunan
m) Pemakaman umum perlu adanya penataan ulang makam-makam yang ada baik dari sisi pembatas dan sarana makam yang ada dan terjadi
b.    Sosial Budaya
Kondisi sosial budaya masyarakat serta masyarakat Desa Juruan Laok banyak dipengaruhi oleh kegiatan sosial keagamaan. Adapun yang aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut terdiri dari beberapa unsur yakni pemuda, muslimat (kaum perempuan), dan lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
1.    Karang taruna, kegiatan yang dilakukan meliputi olahraga, diskusi, kepemudaan, peringatan Hari Besar Nasional (PHBN)
2.   Remaja Masjid, kegiatan yang dilakukan meliputi peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Majlis Ta’lim, Diskusi keagamaan.
3.   PKK, kegiatan yang dilakukan meliputi pembinaan warga khususnya bagi perempuan, pengajian rutin, pelatihan
4.   Adanya kader kesehatan yang cukup, terutama di posyandu di setiap Dusun
5.   Pengajian, kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan, yasinan, arisan, musyawarah
6.   Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mandiri dan Kelompok Tani, dimana masing-masing kelompok tani mengadakan kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan rutin meliputi tahlilan, diskusi pengembangan pertanian
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan modal atau potensi yang kuat dalam membangun Desa Juruan Laok dan dapat dijadikan wahana transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelnjutan pembangunan.
Adapun permasalahan secara umum dari bidang sosial budaya disetiap Dusun diantaranya :
1.   Pendidikan
a)  Pendidikan, banyak anak usia sekolah, kekurangan biaya sekolah dan peralatan alat tulis dan seragam sekolah.
b) Gedung SD negeri kekurangan ruangan dan meubeler untuk kegiatan belajar mengajar.
c)  Kondisi fasilitas pendidikan kurang memadai.
d)  Banyaknya siswa putus sekolah dengan alasan kondisi ekonomi keluarga yang tidak mendukung untuk melanjutkan sekolah.
e)  Rendahnya kualitas umber daya manusia pemuda dan remaja
f)  Banyaknya pemuda dan remaja yang menganggur setelah tamat sekolah.
2.    Kesehatan
a)  Ibu hamil, banyak warga masyarakat hamil yang memeriksakan kehamilannya tidak secara rutin, kurangnya gizi, kurangnya pengetahuan akan kesehatan ibu hamil dan tidak mampu melakukan persalinan di puskesmas/bidan.
b) Kesehatan balita, banyak anak usia balita yang kurang gizi, kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya kesehatan anak balita dan kurang lengkapnya fasilitas pelayanan warga masyarakat dan anak yang dimiliki oleh posyandu dan poskesdes.
c)    Banyak janda dan jompoh yang tidak dapat menghidupi dirinya dan ketidak mampuan menghidupi dirinya dan meningkatkan penghasilannya.
d)   Kurangnya kesejahteraan kader posyandu dan PKK Desa.
e)   Rumah tangga miskin membutuhkan alat kontrasepsi.
f)    Banyak warga menderita penyakit ISPA waktu musim pancaroba.
g)   Ponkesdes belum maksimal dalam melaksanakan program pelayana kesehatan karena bidan desa tidak menempati tempat praktek yang telah disediakan oleh pemerintah daerah.
h)   Minimnya biaya yang dimiliki oleh rumah tangga miskin untuk berobat.
i)     Sarana dan prasarana MCK yang belum ada.
3.    Sosial budaya
a)  Banyaknya pengangguran
b) Banyaknya anak putus sekolah
c)  Tempat sarana dan prasarana olahraga tidak terawat
d)  Kegiatan karang taruna tidak ada
e)  Kondisi pemukiman rumah tinggal miskin tidak memenuhi syarat kesehatan
f)  Kurangnya kesejahteraan guru ngaji
g)  Masjid perlu penyelesaian dalam pembangunannnya
h)  Musholla perlu perbaikan
i)   Kegiatan kesenian tradisional kurang berkembang karena kurang adanya pembinaan
c.    Perkenomian Desa
Secara umum kondisi serta aktifitas perekonomian masyarakat Desa Juruan Laok banyak dipengaruhi oleh pola-pola kegiatan yang turun temurun sehingga perkembangannya tidak begitu pesat dan hanya sebatas untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun permasalahan ekonomi masyarakat diantaranya adalah :
1.     Kurangnya pelatihan-pelatihan, banyak masyarakat yang tingkat sumber daya manusianya rendah dan tidak punya keahlian atau keterampilan disegala bidang usaha pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan, koperasi dan industri. Dengan demikian menyebabkan beberapa permasalahan pada yaitu :
1.     Pertanian
a.    Hasil pertanian rendah dan tidak berkembang
b.    Kelangkaan pupuk dan harga mahal
c.    Pemupukan dilahan sawah belum maksimal
d.    Kurangnya bibit padi dan buah-buahan dan kayu tahunan
e.    Hama tanaman menyerang tanaman padi
f.    Hasil pertanian kurang baik karena kurang air dan pengerjaan manual
g.    Lahan pertanian tidak terngarap karena merupakan lahan tadah hujan
h.    Kualitas SDM dari petani rendah sehingga hasil panen tidak optimal
i.     Pada musim kemarau hasil panen marosot
2.     Peternakan dan perikanan
a.    Usaha peternakan kurang berkembang karena kurangnya modal
b.    Usaha peternakan warga bersifat tradisional
c.    Pengetahuan warga tentang peternakan terbatas
d.    Belum ada penyuluhan peternakan yang berkesinambungan
3.     Perdagangan koperasi dan industri
a.    Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan perdagangan keliling
b.    Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
c.    Keterampilan warga rendah
2.    Pinjaman bergulir, masih banyak warga masyarakat yang meminjam kepada pihak ketiga yang memberatkan dengan tingkat bunga yang sangat tinggi, dan ketidakmampuan dalam memberikan jaminan untuk mendapatakan pinjaman dan atau ketidaktahuan warga masyarakat mengakses kredit/pinjaman terhadap bank, serta minimnya modal pinjaman yang diberikan oleh pihak bank kepada masyarakat dunia usaha.
b.  Analisis Potensi Desa Juruan Laok
Penduduk Desa Juruan Laok kurang lebih 4.952 terdiri dari penduduk laki-laki dengan jumlah 2.368 orang dan perempuan 2.584. Modal dasar sumber daya manusia dalam mendorong pergerakan perekonomian yang ada di Desa Juruan Laok yaitu :
1.   adanya sarjana/tamat perguruan tinggi
2.  besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai tenaga produktif dapat mendorong potensi industri rumah tangga
3.  kemampuan bertani yang diturunkan oleh orang tua kepada anak cucu
4.  kemampuan membuat kerajinan handycraft dan makanan olahan
5.  mata pencaharian penduduk yang beraneka ragam diantaranya petani/perkebunan, buruh tani, pegawai negeri sipil, karyawan swasta, perdagangan, pedagang, pensiunan, transportasi, konstruksi, buruh harian lepas, guru, nelayan dan wiraswasta
sedangkan potensi alam yang dimiliki oleh Desa Juruan Laok yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai tambahan pendapatan jika masyarakat memiliki keinginan untuk mengolah hasil alam yang ada.
Hasil alam Desa Juruan Laok yaitu Jagung, kacang tanah, siwalan, singkong sebagai potensi utama masyarakat Desa Juruan Laok sehingga keberadaannya melimpah saat musim panen tiba, kebiasaan masyarakat petani jagung yaitu menjual sebagian hasil panennya dan sebagian lagi untuk dikonsumsi sendiri atau untuk benih yang digunakan untuk musim tanam selanjutnya. Akan lebih baik apabila petani mengolah hasil panen jagung, kacang tanah dan siwalannya karena selain memberikan nilai tambah terhadap hasil panen, juga dapat menambah penghasilan petani.
Mengolah hasil panen juga dapat memperpanjang umur produk, karena produk pertanian dikenal mudah rusak sehingga apabila dibiarkan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kerugian, contoh pengolahan hasil pertanian dengan output makanan atau minuman adalah es krim jagung, popcorn, jagung goring (marning), jasuke, selai kacang, manisan kacang, dawet siwalan, selai siwalan, puding siwalan dan lain-lain. Sedangkan dalam bentuk kerajinan yaitu lampu meja dari daun siwalan dan barang tidak terpakai, bunga dari kulit jagung dan lain-lain.
          Potensi lain yang ada di Desa Juruan Laok yaitu cabe rawit dan cabe jamu yang memang biasanya langsung dijual, dalam hal ini petani harus mengetahui waktu naik dan turunnya harga (fluktuasi harga) dua komoditas tersebut sehingga petani dapat memperkirakan waktu tanam dan menjual dengan harga tinggi sehingga dapat memperoleh laba yang optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar