Profil Desa Juruan Laok

Juruan Laok
adalah salah satu desa yang terletak di kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep
di bagian timur Kabupaten Sumenep, yang masuk kepelosok di desa yang dulunya
terpencil karena tidak mengalami kemajuan dan peningkatan pendidikan yang ada
pada masing-masing masyarakat.
Juruan laok
berasal dari bahasa Jawa-Madura, yang terdiri dari dua suku kata “Jeruan” dan
“Laok”, yang artinya “bagian dalam dan selatan”. Sedangkan “Laok” berasal dari
bahasa madura yang artinya “Selatan”.
Pada dasarnya
Desa Juruan Laok ada dua desa yang sama dengan letak desa masing-masing, yang
bagian utara di namai Desa Juruan Daya sedangkan dibagian selatan Desa Juruan
Laok. Oleh karena itu nama desa kalau dilihat dari segi bahasanya bukan
dipadukan, tetapi memang bahasa di desa itu di bahasa indonesiakan.
Maka Juruan
Laok adalah salah satu desa yang terletak di bagian pelosok yang masuk kedalam,
yang artinya desa yang jauh dari kota.
Peta Desa Juruan Laok

Visi Dan Misi
Desa Juruan Laok
a.
Visi Desa
Juruan Laok
“Terciptanya kemandirian masyarakat Desa serba
berbudaya”
b. Misi
1. Melakukan reformasi birokrasi di jajaran aparatur desa
guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat
2. Menyelenggarakan pemerintahan yang bersih, terbebas
dari korupsi serta bentuk-bentuk penyelewengan lainnya
3. Meningkatkan perekonomian masyarakat melalui
penciptaan lapangan kerja dengan berbasiskan pada potensi asli desa
4. Meningkatkan mutu kesejahteraan masyarakat untuk
mencapai taraf kehidupan yang lebih baik dan layak
Kondisi, Letak Geografis dan Demografis Desa
a. Geografis
desa
Desa Juruan Laok
terletak di Wilayah Kecamatan Batuputih Kabupaten Sumenep dengan batas wilayah
sebagai berikut :
|
Letak
|
Desa
|
Kecamatan
|
|
Sebelah Utara
|
Juruan Daya
|
Batuputih
|
|
Sebelah Selatan
|
Kolpo
|
Batuputih
|
|
Sebelah Barat
|
Tengedan
|
Batuputih
|
|
Sebelah Timur
|
Jangkong
|
Batuputih
|
Desa Juruan Laok merupakan salah satu desa yang berada
di Kecamatan Batu Putih Kabupaten Sumenep. Desa ini mempunyai luas wilayah
112,313191 km2 (5,36% dari Luas Kabupaten Sumenep). Desa Juruan Laok berbatasan
dengan beberapa desa lain. Sebelah utara Juruan Daya, sebelah selatan Kolpo,
sebelah barat Tengedan dan sebelah timur Jangkong.
b. Topografi
Desa Juruan Laok memiliki ketinggian
berkisar 7 m dari atas permukaan laut.
c. Orbitasi
Orbitasi
merupakan jarak dari pusat pemerintahan
a.
Jarak ke
ibukota kecamatan terdekat 8 km
b. Lama tempuh ke ibu kota kecamatan
terdekat
jam
c.
Jarak
ke ibu kota kabupaten/kota terdekat 20 km
d. Lama tempuh ke ibu kota kabupaten/kota
terdekat 1 jam
d. Iklim
Kondisi
iklim yang ada di Desa Juruan Laok yaitu beriklim tropis. Dengan curah hujan
20.000 s/d 2.200 mm/th
e. Luas
wilayah (pertanahan) dan kepemilikan
Luas wilayah atau pertanahan dan status
kepemilikan tanah di Desa Juruan Laok Kecamatan Batu Putih adalah:
a. Tanah KAS desa : 890,06 ha (sawah tadah hujan 720 ha dan
ladang/tegalan 883,06 ha
b. Tanah bersertifikat : 5% (dalam bentuk persentase)
c. Tanah belum bersertifikat : 95% (dalam bentuk persentase)
f. Jumlah
Penduduk
Jumlah
penduduk Desa Juruan Laok dari hasil data kependudukan tahun 2017 kurang lebih
4.952 penduduk diantaranya laki-laki dengan jumlah 2.368 orang dan perempuan
yaitu 2.584 orang dengan jumlah kepala keluarga 1.726 KK.
Pemerintahan di Desa Juruan Laok
Desa Juruan Laok Kecamatan Batu Putih sudah bisa
membentuk Badan Perwakilan Desa (BPD) Desa Juruan Laok yang diketuai oleh Bpk.
Ach. Sanhaji, S.Pd.i dengan jumlah anggota 13 orang dan seorang sekretaris BPD.
Nama dan jabatan perangkat desa yang ada di Desa Juruan Laok antara lain:
|
No
|
Nama
|
Jabatan
|
|
1
|
Ach. Sanhaji, S.Pd.i
|
Kepala Desa Juruan Laok
|
|
2
|
Masroyu, A.Ma
|
Sekretaris Desa / Kasi Pemerintahan
|
|
3
|
Juki
|
Kasi Pembangunan
|
|
4
|
Ach. Muzakki, S.Pd
|
Kasi Kesra
|
|
5
|
M. Hasuki
|
Kaur Umum
|
|
6
|
Matwi, S.Pd
|
Kaur Keuangan
|
|
7
|
M. Hakim, S.Pd
|
Kaur Perencanaan Program
|
|
8
|
Asmawi
|
Kepala Dusun Kapeng
|
|
9
|
Hatmari, S.Pd
|
Kepala Dusun Kabbuan
|
|
10
|
Khalqi
|
Kepala Dusun Sumor Perreng
|
|
11
|
Maski
|
Kepala Dusun Lengga
|
|
12
|
Moh. Salim
|
Kepala Dusun Sumor Dalam
|
|
13
|
Masrono
|
Kepala Dusun Pangangson
|
|
14
|
Diro
|
Kepala Dusun Jurgang
|
|
15
|
Assawi, A.Ma
|
Kepala Dusun Tanah Lesek
|
Di samping itu pula
Desa Juruan Laok mempunyai elemen unsur kewilayahan yang terditi dari 8 Dusun:
1. Dusun Kapeng
2. Dusun Kabbuan
3. Dusun Sumor Perreng
4. Dusun Lengga
5. Dusun Sumor Dalam
6. Dusun Pangangson
7. Dusun Jurgang
8. Dusun Tanah Lesek.
Analisis Kekurangan Dan Potensi Masyarakat
a. Analisis
Kekurangan Desa Juruan Laok
Fasilitas sarana dan prasarana pemerintahan yang ada
diwilayah Desa Juruan Laok berupa kantor Desa beserta peralatan penunjangnya,
jalan kampung, jembatan, selokan (saluran drainase). Dalam perkembangannya
terdapat banyak perubahan berkaitan dengan perubahan tata guna lahan yang juga
harus dibarengi dengan perubahan kegiatan infrastruktur (lingkunga) baik itu
berupa pembangunan, rehab-rehab ataupun perbaikan-perbaikan yang harus
dilakukan.
Gambaran secara umum analisis kekurangan pada enam
bidang yaitu sarana prasarana fisiki, kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial
budaya, kelembagaan dapat dijabarkan sebagai berikut ini :
a.
Sarana dan
prasarana infrastruktur perdesaan
Ada beberapa
permasalahan yang di alami oleh masyarakat terkait dengan kondisi sarana dan
prasarana antara lain :
a) Jalan, banyak jalan ketika musim hujan menjadi licin dan
becek, sehingga menyebabkan banyak warga yang mengalami kecelakaan atau tidak
merasa nyaman ketika melewati jalan tersebut.
b) Drainase atau selokan, di desa juruan laok belum
pernah di laksanakan pembangunan selokan.
c) Gorong-gorong, perlu penambahan gorong-gorong, apabila
musim hujan tiba air hujan banyak mengalir ketengah jalan karena minimya
gorong-gorong sehingga menyebabkan jalan tambah rusak.
d) Sumber air bersih, pada musim kemarau warga masyarakat
kesulitan air bersih.
e) Kondisi lingkungan kurang bersih dan sehat sebagai
akibat dari sampah yang menumpuk dan tidak segera dibuang ketempat pembuangan
sementara.
f) Jalan aspal dan makadam, kondisi jalan rusak
(lubang-lubang, usia tua) sehingga dapat membahayakan warga masyarakat atau
anak sekolah yang menggunakannya terutama ketika musim penghujan memerlukan
pengaspalan.
g) Rumah tidak layak huni yang dimiliki masyarakat
memrlukan perbaikan dan tidak layak huni ditempati
h) Pembangunan gapura dirasakan penting untuk memperjelas
posisi pada jalan
i) Renovasi sarana ibadah yang kondisinya sangat
memprihatinkan serta layak untuk dipugar kembali seperti musholla
j) Penerangan lampu banyak titik rawan harus diadakan
lampu penerangan
k) Mandi cuci kakus yang banyak dijumpai pada potret desa
keluarga miskin yang membuang hajatnya pada ladang atau sungai
l) Sarana olahraga yang merupakan wadah prestasi pemuda
yang perlu diadakan pembangunan
m) Pemakaman umum perlu adanya penataan ulang makam-makam
yang ada baik dari sisi pembatas dan sarana makam yang ada dan terjadi
b.
Sosial Budaya
Kondisi sosial
budaya masyarakat serta masyarakat Desa Juruan Laok banyak dipengaruhi oleh
kegiatan sosial keagamaan. Adapun yang aktif dalam kegiatan-kegiatan tersebut
terdiri dari beberapa unsur yakni pemuda, muslimat (kaum perempuan), dan
lain-lain. Kegiatan-kegiatan tersebut antara lain :
1. Karang taruna, kegiatan yang dilakukan meliputi
olahraga, diskusi, kepemudaan, peringatan Hari Besar Nasional (PHBN)
2. Remaja Masjid, kegiatan yang dilakukan meliputi
peringatan Hari Besar Islam (PHBI), Majlis Ta’lim, Diskusi keagamaan.
3. PKK, kegiatan yang dilakukan meliputi pembinaan warga
khususnya bagi perempuan, pengajian rutin, pelatihan
4. Adanya kader kesehatan yang cukup, terutama di
posyandu di setiap Dusun
5. Pengajian, kegiatan yang dilakukan meliputi tahlilan,
yasinan, arisan, musyawarah
6. Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mandiri dan Kelompok
Tani, dimana masing-masing kelompok tani mengadakan kegiatan yang dilakukan
dalam pertemuan rutin meliputi tahlilan, diskusi pengembangan pertanian
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan modal atau
potensi yang kuat dalam membangun Desa Juruan Laok dan dapat dijadikan wahana
transfer pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan dan berkesinambungan.
Sehingga diharapkan dapat menjadi embrio bagi kelnjutan pembangunan.
Adapun permasalahan secara umum dari bidang sosial
budaya disetiap Dusun diantaranya :
1. Pendidikan
a) Pendidikan, banyak anak usia sekolah, kekurangan biaya
sekolah dan peralatan alat tulis dan seragam sekolah.
b) Gedung SD negeri kekurangan ruangan dan meubeler untuk
kegiatan belajar mengajar.
c) Kondisi fasilitas pendidikan kurang memadai.
d) Banyaknya siswa putus sekolah dengan alasan kondisi
ekonomi keluarga yang tidak mendukung untuk melanjutkan sekolah.
e) Rendahnya kualitas umber daya manusia pemuda dan
remaja
f) Banyaknya pemuda dan remaja yang menganggur setelah
tamat sekolah.
2.
Kesehatan
a) Ibu hamil, banyak warga masyarakat hamil yang
memeriksakan kehamilannya tidak secara rutin, kurangnya gizi, kurangnya
pengetahuan akan kesehatan ibu hamil dan tidak mampu melakukan persalinan di
puskesmas/bidan.
b) Kesehatan balita, banyak anak usia balita yang kurang
gizi, kurangnya pengetahuan ibu akan pentingnya kesehatan anak balita dan
kurang lengkapnya fasilitas pelayanan warga masyarakat dan anak yang dimiliki
oleh posyandu dan poskesdes.
c) Banyak janda dan jompoh yang tidak dapat menghidupi
dirinya dan ketidak mampuan menghidupi dirinya dan meningkatkan penghasilannya.
d) Kurangnya kesejahteraan kader posyandu dan PKK Desa.
e) Rumah tangga miskin membutuhkan alat kontrasepsi.
f) Banyak warga menderita penyakit ISPA waktu musim
pancaroba.
g) Ponkesdes belum maksimal dalam melaksanakan program
pelayana kesehatan karena bidan desa tidak menempati tempat praktek yang telah
disediakan oleh pemerintah daerah.
h) Minimnya biaya yang dimiliki oleh rumah tangga miskin
untuk berobat.
i) Sarana dan prasarana MCK yang belum ada.
3.
Sosial budaya
a) Banyaknya pengangguran
b) Banyaknya anak putus sekolah
c) Tempat sarana dan prasarana olahraga tidak terawat
d) Kegiatan karang taruna tidak ada
e) Kondisi pemukiman rumah tinggal miskin tidak memenuhi
syarat kesehatan
f) Kurangnya kesejahteraan guru ngaji
g) Masjid perlu penyelesaian dalam pembangunannnya
h) Musholla perlu perbaikan
i) Kegiatan kesenian tradisional kurang berkembang karena
kurang adanya pembinaan
c.
Perkenomian
Desa
Secara umum kondisi serta aktifitas perekonomian
masyarakat Desa Juruan Laok banyak dipengaruhi oleh pola-pola kegiatan yang
turun temurun sehingga perkembangannya tidak begitu pesat dan hanya sebatas
untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun permasalahan ekonomi masyarakat
diantaranya adalah :
1. Kurangnya pelatihan-pelatihan, banyak masyarakat yang
tingkat sumber daya manusianya rendah dan tidak punya keahlian atau
keterampilan disegala bidang usaha pertanian, peternakan, perikanan,
perdagangan, koperasi dan industri. Dengan demikian menyebabkan beberapa
permasalahan pada yaitu :
1. Pertanian
a. Hasil pertanian rendah dan tidak berkembang
b. Kelangkaan pupuk dan harga mahal
c. Pemupukan dilahan sawah belum maksimal
d. Kurangnya bibit padi dan buah-buahan dan kayu tahunan
e. Hama tanaman menyerang tanaman padi
f. Hasil pertanian kurang baik karena kurang air dan
pengerjaan manual
g. Lahan pertanian tidak terngarap karena merupakan lahan
tadah hujan
h. Kualitas SDM dari petani rendah sehingga hasil panen
tidak optimal
i. Pada musim kemarau hasil panen marosot
2. Peternakan dan perikanan
a. Usaha peternakan kurang berkembang karena kurangnya
modal
b. Usaha peternakan warga bersifat tradisional
c. Pengetahuan warga tentang peternakan terbatas
d. Belum ada penyuluhan peternakan yang berkesinambungan
3. Perdagangan koperasi dan industri
a. Kurangnya modal untuk kelompok usaha kecil dan
perdagangan keliling
b. Tidak ada wadah menampung hasil warga (KOPERASI)
c. Keterampilan warga rendah
2. Pinjaman bergulir, masih banyak warga masyarakat yang
meminjam kepada pihak ketiga yang memberatkan dengan tingkat bunga yang sangat
tinggi, dan ketidakmampuan dalam memberikan jaminan untuk mendapatakan pinjaman
dan atau ketidaktahuan warga masyarakat mengakses kredit/pinjaman terhadap
bank, serta minimnya modal pinjaman yang diberikan oleh pihak bank kepada
masyarakat dunia usaha.
b. Analisis Potensi
Desa Juruan Laok
Penduduk Desa Juruan Laok kurang lebih
4.952 terdiri dari penduduk laki-laki dengan jumlah 2.368 orang dan perempuan
2.584. Modal dasar sumber daya manusia dalam mendorong pergerakan perekonomian
yang ada di Desa Juruan Laok yaitu :
1. adanya sarjana/tamat perguruan tinggi
2. besarnya sumber daya perempuan usia produktif sebagai
tenaga produktif dapat mendorong potensi industri rumah tangga
3. kemampuan bertani yang diturunkan oleh orang tua
kepada anak cucu
4. kemampuan membuat kerajinan handycraft dan makanan olahan
5. mata pencaharian penduduk yang beraneka ragam
diantaranya petani/perkebunan, buruh tani, pegawai negeri sipil, karyawan
swasta, perdagangan, pedagang, pensiunan, transportasi, konstruksi, buruh
harian lepas, guru, nelayan dan wiraswasta
sedangkan potensi alam yang dimiliki oleh Desa Juruan
Laok yang sebenarnya dapat dijadikan sebagai tambahan pendapatan jika
masyarakat memiliki keinginan untuk mengolah hasil alam yang ada.
Hasil alam Desa Juruan Laok yaitu Jagung, kacang
tanah, siwalan, singkong sebagai potensi utama masyarakat Desa Juruan Laok
sehingga keberadaannya melimpah saat musim panen tiba, kebiasaan masyarakat
petani jagung yaitu menjual sebagian hasil panennya dan sebagian lagi untuk
dikonsumsi sendiri atau untuk benih yang digunakan untuk musim tanam
selanjutnya. Akan lebih baik apabila petani mengolah hasil panen jagung, kacang tanah
dan siwalannya karena selain memberikan nilai tambah terhadap hasil panen, juga
dapat menambah penghasilan petani.
Mengolah hasil panen juga
dapat memperpanjang umur produk, karena produk pertanian dikenal mudah rusak
sehingga apabila dibiarkan dalam waktu yang lama dapat menimbulkan kerugian,
contoh pengolahan hasil pertanian dengan output makanan atau minuman adalah es
krim jagung, popcorn, jagung goring (marning), jasuke, selai kacang, manisan
kacang, dawet siwalan, selai siwalan, puding siwalan dan lain-lain. Sedangkan
dalam bentuk kerajinan yaitu lampu meja dari daun siwalan dan barang tidak terpakai,
bunga dari kulit jagung dan lain-lain.
Potensi lain yang ada di Desa Juruan
Laok yaitu cabe rawit dan cabe jamu yang memang biasanya langsung dijual, dalam hal ini petani harus mengetahui waktu naik dan turunnya
harga (fluktuasi harga) dua
komoditas tersebut sehingga petani dapat memperkirakan waktu tanam dan menjual
dengan harga tinggi sehingga dapat memperoleh laba yang optimal.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar